Uji Efektifitas Sediaan Mouthwash Campuran Minyak Atsiri Kulit Kayu Manis (Cinnamomum burmanii) dan Daun Sirih (Piper betle L) sebagai antibakteri pada Streptococcus mutans

Dublin Core

Title

Uji Efektifitas Sediaan Mouthwash Campuran Minyak Atsiri Kulit Kayu Manis (Cinnamomum burmanii) dan Daun Sirih (Piper betle L) sebagai antibakteri pada Streptococcus mutans

Subject

Kayu Manis (Cinnamomum burmanii) dan Daun Sirih (Piper betle L), Mouthwash, Streptococcus mutans.

Description

Mulut dan gigi merupakan tempat yang baik bagi bakteri dan jamur untuk tumbuh dan berkembang. Banyak masalah gigi dan mulut yang dapat menyerang diantaranya adalah karies gigi. Streptococcus mutans merupakan salah satu bakteri yang berperan dalam peristiwa karies gigi, sehingga perlu berbagai cara untuk menghambat pertumbuhannya. Obat kumur diperlukan dalam menjaga kebersihan rongga mulut. Dilaporkan bahwa ekstrak air rebusan daun sirih memiliki aktifitas anti bakteri terhadap S.mutan. Daun sirih mengandung minyak atsiri dengan komponen utama kavikol dan kavibetol (betelvenol), metil eter eugenol, eugenol, kavibetol asetat, 4-(2-propenil)-1, 2-benzenadiol dan flafonoid. Berdasarkan penelitian, dinyatakan bahwa minyak atsiri kulit batang kayu manis mempunyai daya antibakteri terhadap S.mutans. Minyak pada kulit batang kayu manis mengandung cukup banyak aldehid yaitu cinnamaldehyde (70-88%), (E)-o-methoxy-cinnamaldehyde (3-15%), benzaldehyde (0,5 – 2%), salicylaldehyde (0,2 – 1%), cinnamyl acetate (0 –6%), eugenol (< 0,5 %) dan coumarin (1,5 – 4 %).
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui daya antibakteri dan efektifitas minyak atsiri kulit kayu manis, minyak atsiri daun sirih dan campuran minyak atsiri kulit kayu manis (Cinnamomum burmanii) dan daun sirih (Piper betle L) dalam sediaan mouthwash pada Streptococcus mutans dibandingkan dengan mouthwash yang beredar di pasaran.
Penelitian yang dilakukan bersifat eksperimental, dengan jumlah perlakuan adalah 5 kali dengan 5 kali pengulangan, yaitu sediaan mouthwash campuran minyak atsiri kayu manis dan daun sirih minyak atsiri dengan perbandingan F1(1:0), F2(0:1), F3(1:1), F4(2:1) dan F5(1:2). Penelitian ini menggunakan analisa univariat dengan distribusi frekuensi. Sedangkan untuk uji efektifitas dilakukan dengan metode cut off.
Semua sediaan yang dibuat memiliki daya hambat lebih kecil daripada control positif dengan daya hambat berkisar antara 7-14 mm sedangkan besar diameter hambat control positif sebesar 16,2 mm. Sehingga sediaan belum memiliki efektifitas yang sama dalam membunuh bakteri S.mutans.

Creator

Mentari Anggraini

Source

Farmasi

Publisher

Perpustakaan Poltekkes Tanjungkarang

Date

2017

Relation

Farmasi

Format

Softcopy

Language

Bahasa Indonesia

Type

Text

Coverage

Poltekkes Tanjungkarang