Perbandingan Uji Efektivitas Daya Anthelmintik Infusa Rimpang Temu Giring (Curcuma heyneana Val.) Segar Dan Kering Terhadap Cacing Ascaridia galli Secara In Vitro

Dublin Core

Title

Perbandingan Uji Efektivitas Daya Anthelmintik Infusa Rimpang Temu Giring (Curcuma heyneana Val.) Segar Dan Kering Terhadap Cacing Ascaridia galli Secara In Vitro

Subject

Anthelmintik, Ascaridia galli, Curcuma heyneana Val.

Description

lebih dari dua miliar manusia di seluruh dunia terinfeksi oleh cacing dan sering kali oleh beberapa jenis cacing sekaligus terutama di daerah tropik miskin. Diperkirakan lebih dari 60% anak-anak di Indonesia menderita infeksi cacing. Infeksi dengan cacing Ascaris lumbricoides adalah penyebab paling besar pravelensinya diantara penyakit cacing lainya. Pengobatan askariasis dapat dilakukan menggunakan obat sintesis dan obat tradisional. Bentuk pengobatan tradisional askariasis dengan memanfaatkan bahan alam salah satunya yaitu rimpang temu giring (Curcuma heyneana Val.) yang telah dimanfaatkan masyarakat sebagai obat cacing (anthelmintik). Rimpang temu giring bisa digunakan dalam keadaan segar maupun kering. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan daya anthelmintik infusa rimpang temu giring (Curcuma heyneana Val.) segar dan kering terhadap cacing Ascaridia galli secara in vitro. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental yang terdiri dari 6 (enam) kelompok perlakuan, yaitu infusa rimpang temu giring segar konsentrasi 20%, 40%, 60% dan infusa rimpang temu giring kering konsentrasi 20%, 40%, 60%. Variabel bebas nya adalah infusas rimpang temu giring segar dan kering dan variabel terikatnya jumlah kematian cacing Ascaridia galli. Penelitian dilakukan di Laboratorium Terpadu Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang. Hasil penelitian diketahui bahwa infusa rimpang temu giring segar dan kering konsentrasi 20%, 40%, 60% memiliki daya anthelmintik terhadap cacing Ascaridia galli dalam waktu 10 jam. Konsentrasi 40% rimpang temu giring segar setara dengan konsentrasi 60% rimpang temu giring kering. Saran untuk peneliti selanjutnya untuk menggunakan metode penyarian yang lain.

Creator

Ridha Larissa Zarachyta

Source

Farmasi

Publisher

perpustakaan poltekkes Tanjungkarang

Date

2016

Relation

Farmasi

Format

soft copy

Language

Bahasa Indonesia

Type

Teks

Coverage

Poltekes Tanjungkarang