Asuhan Kebidanan Berkelanjutan terhadap Ny. A G3P2A0 dengan Anemia Ringan di PMB Desy Sandi, Bandar Lampung, 2018

Dublin Core

Title

Asuhan Kebidanan Berkelanjutan terhadap Ny. A G3P2A0 dengan Anemia Ringan di PMB Desy Sandi, Bandar Lampung, 2018

Subject

Asuhan Kebidanan Berkelanjutan, Anemia

Description

Menurut WHO, kejadian anemia kehamilan berkisar antara 20% dan 89% dengan menetapkan Hb 11 gr% sebagai dasarnya. Angka anemia kehamilan di Indonesia menunjukan nilai yang cukup tinggi. Hoo Swie Tjiong menemukan angka anemia kehamilan 3,8% pada trimester I, 13,6% pada trimester II, 24,8% pada trimester III. Pada pengamatan lebih lanjut menunjukan bahwa kebanyakan anemia yang diderita masyarakat adalah karena kekurangan zat besi yang dapat diatasi dengan pemberian tablet zat besi secara teratur dan peningkatan gizi. Pengaruh anemia bagi kehamilan diantaranya dapat menyebabkan perdarahan antepartum, abortus, persalinan maturitas, hambatan tumbuh kembang janin di dalam rahim, ketuban pecah dini, gangguan his, retensio plasenta, perdarahan post partum, hingga subinvolusi uteri. Untuk mengurangi AKI yang disebabkan oleh perdarahan dilakukanlah asuhan kebidanan berkelanjutan, di PMB Desy Sandi, dari 63 Ibu hamil yang telah memeriksakan kehamilannya terdapat 10 ibu hamil dengan usia kehamilan pada trimester III dan terdapat 6 ibu hamil dengan faktor risiko untuk dilakukannya Asuhan Kebidanan Berkelanjutan. Salah satu klien dari PMB Desy Sandi, yaitu Ny. A yang berkunjung untuk memeriksakan kehamilannya mengalami anemia ringan yang terlihat dari hasil pemeriksaan Hb ibu yaitu 9,9 gr%. Pada asuhan kebidanan berkelanjutan, dilakukan asuhan terhadap Ny. A usia 33 tahun, G3P2A0 usia kehamilan 33 minggu 4 hari dengan masalah anemia ringan yang pelaksanaan asuhan kebidanan berkelanjutan diberikan sejak tanggal 13 Maret hingga 7 Juni 2018 dilakukan di PMB Desy Sandi, Bandar Lampung 2018. Asuhan yang teah diberikan yaitu asuhan kehamilan sebanyak 3 kali, asuhan persalinan, asuhan masa nifas sebanyak 4 kali kunjungan dan asuhan keluarga berencana. Pada K1 kadar haemoglobin Ny. A dalam kategori anemia yakni sebesar 9,9 gr%. Selama pelaksanaan asuhan kebidanan berkelanjutan di PMB Desy Sandi, penulis melakukan beberapa tindakan diantaranya pemberian tablet penambah darah Fe 60 mg 2x1 dan vitamin C 1x1, anjuran pada ibu untuk mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi dan asam folat. Pada K3 UK 39 minggu kenaikan kadar haemoglobin pada Ny. A menjadi 10,9 gr%. Asuhan persalinan pada UK 39 minggu 5 hari dengan pengeluaran spontan, bayi JK : Perempuan, BB : 2800 gram, PB : 49 cm, anus (+) dan tidak ada cacat bawaan. Asuhan nifas dilakukan kunjungan 1-4 berjalan sesuai dengan teori dan asuhan KB pada kunjungan 4 didapati hasil ibu memilih alat kontrasepsi KB suntik 3 bulan. Metode asuhan yang digunakan terhadap Ny. A sudah sesuai standar asuhan kebidanan menurut Varney dan asuhan dalam ilmu kebidanan. Dari asuhan yang diberikan dapat disimpulkan bahwa kadar haemoglobin ibu hamil yang terkena anemia dapat diatasi dengan terapi Fe dan vitamin C ditambah makan - makanan mengandung zat besi. Kenaikan kadar haemoglobin memperkecil kemungkinan terjadinya komplikasi pada kehamilan, persalinan dan nifas. Selama melaksanakan asuhan kebidanan berkelanjutan tidak ditemui kendala, penatalaksanaan sejalan dengan teori yang ada.

Creator

Ade Nurul Ashifa

Source

Jurusan Kebidanan

Publisher

Perpustakaan Poltekkes Tanjungkarang

Date

2018

Contributor

Mahasiswa

Format

Soft file

Language

Bahasa Indonesia

Type

Text

Coverage

Poltekkes Tanjungkarang