Perbedaan Karakteristik Balita Stunting Di Pedesaan Dan Perkotaan Tahun 2018

Dublin Core

Title

Perbedaan Karakteristik Balita Stunting Di Pedesaan Dan Perkotaan Tahun 2018

Subject

Stunting,perkotaan, pedesaan.

Description

Latar Belakang:Stunting merupakan keadaan kurang gizi menurut indeks tinggi badan menurut umur (TB/U) yang banyak terjadi pada balita balita terutama di negara-negara berkembang. Faktor determinan yang dinilai sangat kuat pengaruhnya adalah infeksi dan gizi. Stunting merupakan indikator malnutrisi kronik yang menggambarkan riwayat kurang gizi dalam jangka waktu lama dan berkaitan dengan adanya proses perubahan patologis. Pada tahun 2010-2013 prevalensi stunting di wilayah pedesaan lebih tinggi dibandingkan di perkotaan yaitu sebesar 40,0% dan wilayah perkotaan sebesar 31,5 %, sedangkan pada tahun 2013 di wilayah pedesaan adalah 42,1%, dan wilayah perkotaan sebesar 32,5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristikbalita Stunting usia 2 – 5 tahun di pedesaan dan perkotaan.
Metode Penelitian:Penelitian ini termasuk penelitian analitikdengandesainpenelitiancross sectional, yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas gedong tataan mewakili wilayah Pedesaan dan Puskesmas Satelit dan way halim mewakili wilayah Perkotaan. Subjek yang dijadikan kasus adalah balitastunting usia 2-5 tahun. Jumlah subjek terdiri dari 32balita stunting di pedesaan dan 32balita stunting di perkotaan. Variabel yang diamati meliputiberat lahir, panjanglahir, tinggibadanibu, pemberian ASI ekslusif, MP-ASI dini, dansosialekonomi. Analisis data dilakukan dengan uji t, mann whitney, ujichi squere dan atau fisher.
Hasil:Ada perbedaan antara berat lahir balita stunting, tinggi badan ibu balita stunting dan sosial ekonomi balita stunting di desa dan di perkotaan. Dimana rata- rata berat lahir di desa lebih rendah dibanding diperkotaan dengan nilai rata- rata berat lahir yaitu 2633 gr + 254,37 untuk wilayah pedesaan dan 2765 gr + 281,2 untuk wilayah perkotaa. Rata- rata tinggibadanibubalitauntukwilayahpedesaanyaitu150,5 cm denganstandardeviasi 4,87 cm, sedangkanuntukibubalitawilayahperkotaan rata- rata tinggibadanadalah 153,7 cm denganstandardeviasi 6,96 cm. Rata- rata sosialekonomiuntukwilayahpedesaanyaituRp 1.414.000 denganstandardeviasiRp 84.330, sedangkanuntuksosialekonomiwilayahperkotaan rata- rata Rp 1.896.900 denganstandardeviasiRp 59.700.
Simpulan dan Saran: Kegiatan ANC perlu dilakukan secara rutin oleh ibu hamil di pedesaan terkait dengan berat badan lahir serta peran serta Pemerintah daerah untuk meningkatkan status sosial ekonomi warganya.

Creator

Arie Nugroho, S.Gz, M.Gizi,.
Sefanadia Putri.

Source

Gizi

Publisher

Perpustakaan Poltekkes Tanjungkarang

Date

2018

Contributor

Dosen

Format

Soft File

Language

Bahasa Indonesia

Type

Text

Coverage

Poltekkes Tanjungkarang