Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Berobat Berdasarkan Skor MMAS-8 pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Jalan di Rumah Sakit Mardi Waluyo
Kota Metro Tahun 2018

Dublin Core

Title

Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Berobat Berdasarkan Skor MMAS-8 pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Jalan di Rumah Sakit Mardi Waluyo
Kota Metro Tahun 2018

Subject

DM tipe 2, Kepatuhan berobat, MMAS-8

Description

Diabetes Mellitus merupakan penyakit gangguan metabolik kronis yang dikenal sebagai sillent killer atau pembunuh manusia secara diam-diam. Diabetes Mellitus dikenal sebagai Mother of Disease yang merupakan induk penyakit-penyakit lain seperti penyakit kardiovaskuler, gagal ginjal, dan kebutaan (ADA, 2017). Indonesia menempati urutan ke-5 terbesar didunia dalam jumlah penderita Diabetese Melitus pada tahun 2014. Tiga kabupaten di Propinsi Lampung dengan angka kejadian Diabetes Melitus tertinggi pada tahun 2014 yaitu Kabupaten Pringsewu dengan 2630 kasus, Kota Metro dengan 1130 kasus, dan Kota Bandar Lampung dengan 1076 kasus. Salah satu indicator keberhasilan penatalaksanaan terapi yaitu kepatuhan pasien terhadap rekomendasi terapi. Ketidakpatuhan pasien terhadap rekomendasi terapi dapat meningkatkan risiko komplikasi mikrovaskular dan makrovaskular yang menyebabkan kerusakan organ seperti ginjal, jantung, otak, dan mata (Shams, Barakat, 2010). Salah satu instrumen kepatuhan pengobatan yang dapat dipakai adalah MMAS-8 (Morisky Medication 8-item Adherence Scale) yaitu nilai kepatuhan mengkonsumsi obat dengan 8 skala pengukuran yang digunakan untuk mengukur kepatuhan minum obat pada penderita penyakit kronik yang membutuhkan terapi jangka panjang seperti hipertensi, diabetes melitus, TBC, dll (Morisky, et al, 2008). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui factor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan berobat pada pasien DM tipe2 rawat jalan di RS Mardiwaluyo Kota Metro tahun 2018. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien DM tipe 2 yang berobat rawat jalan di RS Mardi Waluyo Kota Metro Tahun 2018. Data yang dikumpulkan merupakan hasil pengukuran kepatuhan secara subyektif dan obyektif. Pengukuran subyektif dilakukan dengan menggunakan kuesioner MMAS-8. Analisis data menggunakan uji chi square dan uji regresi logistik multivariat. Hasil penelitian menunjukkan pendapatan dan pendidikan merupakan factor risiko terbesar bagi ketidakpatuhan berobat pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di RS Mardi Waluyo Kota Metro. Pasien dengan pendapatan < Rp 2.100.000,- memiliki risiko tidak patuh sebesar 2,981 kali dibandingkan dengan pasien DM tipe 2 rawat jalan dengan pendapatan ≥ Rp 2.100.000,-. Pasien dengan pendidikan dasar memiliki risiko tidak patuh sebesar 2,724 kali dibanding pasien dengan pendidikan lanjutan.

Creator

Siti Julaiha, M.Farm.,Apt

Source

Farmasi

Publisher

Perpustakaan Poltekkes Tanjungkarang

Date

2018

Contributor

Dosen

Format

Soft file

Language

Bahasa Indonesia

Type

Text

Coverage

Poltekkes Tanjungakrang