PENGARUH TERAPI BERMAIN MENYUSUN PUZZLE TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA ANAK POST OPERASI DI RUANG KEMUNING RSUD Dr. H ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG

Dublin Core

Title

PENGARUH TERAPI BERMAIN MENYUSUN PUZZLE TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA ANAK POST OPERASI DI RUANG KEMUNING RSUD Dr. H ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG

Subject

Terapi Bermain, Puzzle, Nyeri

Description

Anak-anak yang telah menjalani tindakan pembedahan mengalami nyeri dengan menunjukan respon perilaku seperti menangis, gelisah, dan rewel. Nyeri juga dapat diartikan sebagai suatu sensasi yang tidak menyenangkan baik secara sensori maupun emosional yang berhubungan dengan adanya suatu kerusakan jaringan atau faktor lain, sehingga individu merasa tersiksa, menderita yang akhirnya akan mengganggu aktivitas sehari-hari, psikis, dan lain-lain. Pencegahan dan penanganan nyeri dapat menggunakan terapi farmakologi dan terapi non farmakologi. Penanganan nyeri dengan menggunakan terapi nonfarmakologi yang efektif salah satunya dengan terapi bermain. Terapi bermain yang dapat digunakan untuk mengalihkan perhatian pasien saat nyeri pasca operasi salah satunya adalah terapi bermain menyusun puzzle. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh terapi bermain menyusun puzzle terhadap intensitas nyeri pada anak post operasi .
Rancangan penelitian ini menggunakan Quasi Eksperimen dengan desain penelitian one group pretest-posttest dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling. Berdasarkan hasil perhitungan sampel yang digunakan berjumlah 15 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi, dan dianalisa menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji t-dependen.
Hasil penelitian yang dilakukan peneliti diketahui skala intensitas nyeri sebelum terapi bermain menyusun puzzle didapatkan hasil mean 4.60 dengan standar deviasi 0.986. Sedangkan skala intensitas nyeri sesudah terapi bermain menyusun puzzle didapatkan hasil mean 3.60 dengan standar deviasi 0.915. Hasil uji statistik didapatkan nilai ρ value = 0.000, maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang bermakna rata-rata skala intensitas nyeri post operasi sebelum dan sesudah diberikan terapi bermain menyusun puzzle.
Disarankan kepada peneliti selanjutnya agar dapat lebih mengembangkan jenis terapi bermain yang bervariasi saat dilakukan penelitian sesuai dengan umur anak.

Creator

I Putu Agus Widiarta

Source

DIV Keperawatan Tanjungkarang

Publisher

Perpustakaan Poltekkes Tanjungkarang

Date

2017

Relation

DIV Keperawatan Tanjungkarang

Format

Softcopy

Language

Indonesia

Type

Text

Coverage

Poltekkes Tanjungkarang