Prosedur Pembuatan Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Rahang Atas Dan Gigi Tiruan Lengkap Lepasan Rahang Bawah Pada Kasus Resorbsi Tulang Alveolar Berlebih Pada Rahang Bawah

Dublin Core

Title

Prosedur Pembuatan Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Rahang Atas Dan Gigi Tiruan Lengkap Lepasan Rahang Bawah Pada Kasus Resorbsi Tulang Alveolar Berlebih Pada Rahang Bawah

Subject

Gigi tiruan lepasan, resorbsi tulang alveolar

Description

Kehilangan gigi biasanya disebabkan oleh beberapa hal antara lain trauma, karies, penyakit periodental dan iatrogenik. Kehilangan gigi akan menyebabkan gangguan fungsi fonetik, mastikasi, dan estetik serta menyebabkan perubahan linggir alveolar. Kerusakan gigi jika tidak segera diganti dengan gigi tiruan maka dapat menyebabkan bergesernya gigi alami ke ruang bekas gigi yang hilang. Bila keadaan ini terus berlanjut, akan terjadi disorientasi dari sendi temporomandibula yang dapat menimbulkan rasa nyeri. Kelainan yang mungkin timbul akibat hilangnya gigi yang tidak segera diganti adalah resobsi tulang alveolar. Resorbsi tulang alveolar merupakan perubahan keseimbangan fisiologis yang menyebabkan pengurangan jumlah tulang akibat perubahan pembentukan tulang dan kerusakan tulang karena terganggunya fungsi osteoblas dan osteoklas.
Tujuan penulisan ini adalah untuk memaparkan prosedur pembuatan gigi tiruan sebagian lepasan rahang atas dan gigi tiruan lengkap lepasan rahang bawah pada kasus resorbsi tulang alveolar berlebih pada rahang bawah yang memenuhi estetik, retensi, dan stabilisasi.
Prosedur pembuatan gigi tiruan sebagian lepasan rahang atas dan gigi tiruan lengakap lepasan rahang bawah pada kasus resorbsi tulang alveolar berlebih pada rahang bawah secara umum sama tahap pengerjaannya dengan gigi tiruan akrilik lainnya. Perbedaannya hanya pada penyusunan elemen gigi, penyusunan gigi premolar dua rahang atas kiri dan gigi premolar satu rahang


bawah kiri tidak dilakukan karena gigi harus dipasang 2-3 mm didepan hamular noth dan retremolar pad untuk mendapatkan retensi dan stabilisasi. Jika gigi premolar dua kiri atas dan premolar dua kiri bawah tetap dipasang penyusunan gigi tidak semetris dengan regio kanan dan melebihi hamular noth dan retremolar pad.
Retensi pada kasus ini didapat dari cengkeram ā€œCā€ yang diletakkan pada gigi premolar satu kanan dan pembuatan postdam, dan penebalan basis pada pada rahang atas dan rahang bawah pada tahap waxing di daerah labial dan bukal untuk menambah retensi. Sedangkan kestabilan diperoleh dari perluasan basis sampai batas mukosa bergerak dan tidak bergerak, serta pelebaran basis sampai batas retromylohyoid pada rahang bawah.
Hasil akhir gigi tiruan lepasan akrilik yang dibuat, secara estetik cukup dapat diterima oleh pasien, serta retensi dan stabilisasi baik. Bentuk hasil akhir protesa sesuai dengan SPK yang diberikan dokter.

Creator

Lidia Dwi Parwita Sari

Source

Teknik Gigi

Publisher

Perpustakaan Tanjungkarang

Date

2018

Contributor

Mahasiswa

Format

Soft File

Language

Bahasa Indonesia

Type

Text

Coverage

Poltekkes Tanjungkarang